CATATAN SI MARSUM
Jumat, 20 April 2012
tugas kuliah cuuuuuuuuuuuy............??????
LAPORAN PENELITIAN
Di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Eklessia
METODE PENELITIAN KUALITATIF
DR. ZAKIAH HASAN GAFAR, SS, MA
DISUSUN OLEH
MARSUM
E51110002
JURUSAN SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2011/2012
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kita kepada ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat dan nikmatNya berupa nikmat sehat serta akal pikiran yang melebihi makhluk lainnya,sehingga kita bisa menyelesaikan tugas kuliah “ Metode Penelitian Kualitatif “dengan tema “Penelitian ditempat Ibadah yang berbeda dengan peneliti ”ini dengan baik dan benar serta lancar dalam waktu pengerjaannya.kemudian tugas makalah ini dibuat sebagai tugas individu.
Tugas kuliah ini adalah sebuah tugas terstruktur dalam perkuliahan maka dari itu tanpa bimbingan dan motivasi dari beberapa pihah baik secara langsung maupun tidak langsung.Oleh karena itu,pada kesempatan ini saya selaku tim penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Dr. Zakiah Hasan Gaffar, SS, MA selaku dosen pengampuh mata kuliah Metode Penelitian Kualitatif dan teman-teman semua.
Saya juga menyadari bahwa tugas ini masih belum sempurna dan banyak kekurangan. Oleh karena itu,Saya memerlukan kritik dan saran yang bisa menjadi motivasi untuk melengkapi kekurangan pada makalah ini agar bisa bermanfaat bagi penulis dan semua pihak yang membaca.
Pontianak,………….. 2012
Tim penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................ii
DAFTAR ISI .................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN ..............................................................1
BAB II METODE PENELITIAN...................................................2
BAB III LAPORAN PENELITIAN ...............................................7
BAB IV KESIMPULAN ...............................................................15
DAFTAR PUSTAKA....................................................................16
BAB I
PENDAHULUAN
Penelitian adalah sebuah aktivitas atau kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mencari data tentang permasalahan yang akan diteliti. Penelitian biasanya hanya mendiskipsikan tentang masalah yang diteliti atau hanya mendiskripikan suatu kegiatan manusia. Misalnya, upacara keagamaan,kegiatan-kegiatan social dan lain lainya. Oleh karena iu, saya mendapat tugas dari seorang dosen mata kuliah metode penelitian kualitatif, dimana tugasnya meneliti upacara keagamaan yang berbeda dengan peneliti. Dari sini saya meneliti peribadatan umat Kristen protestan yang rutin setiap minggunya.
Penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti ditempat ibadah yang berbeda dengan tempat ibadah peneliti. Penelitian ini hanya mendiskripsikan atau menceritakan tata cara ibadah yang diteliti. Ibadah yang diteliti meliputi ;bacaan-bacaan, gerakan-gerakan tertentu, dan nyanyian lagu-lagu.
Dalam penelitian membutuhkan sebuah metode atau cara-cara untuk melakukan penelitian yang benar dan mudah untuk mendikripsikannya. Oleh karena itu, peneliti menggunakan metode
penelitian observasi participant
. Dimana metode ini mengamati secara langsung dan berpartisipasi kedalamnya.
BAB II
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang dipakai oleh peneliti adalah metodologi penelitian
O
bsevasi
P
artisipant
.
M
ETODE OBSERVASI
(Pengamatan)
1.
Pengertian dan ciri-ciri.
Pengamatan (Obsevasi) adalah
suatu penyelidikan yang dijalankan secara sistematis dan sengaja di adakan dengan menggunakan alat indra terutama mata terhadap kejadian-kejadian yang langsung (Bimo Walgito,1987; 54).
Ciri-ciri pengamatan adalah sebagai berikut:
1) Mempunyai arah yang khusus
2) Sistematik.
3) Bersifat kuantitatif
4) Diikuti pencatatan segera (pada waktu observasi berlangsung)
5) Menuntut keahlian.
6) Hasilnya dapat di cek dan dibuktika
n
2.
Petunju
k
untuk mengadakan pengamatan
Untuk mengadakan pengamatan yang baik agar memperoleh data representative, Rummel memberikan petunjuk sebagai berikut:
1)
Memiliki pengetahuan apa yang akan diobservasi ini dimaksudkan untuk menentukan terlebih dahulu apa-apa yang harus diobservasi.
2)
Menyelidiki tujuan penelitian (baik umum maupun khusus). Kejelasan tujuan penelitian akan menuntun mempermudah apa yang harus diobservasi
.
3)
Menentukan cara untuk mencatat hasil observasi penelitian harus memilih cara mana yang dipandang paling efektif dan efisien, apakah Anecdotal record, chek ist, rating scale atau yang lain.
4)
Membatasi macam tingkat kategori tegas. Penelitian harus membuat tingkatannya misalnya: utama, penting dan tidak penting mengenai data yang akan dikumpulkan apabila kalau pengumpulan datanya orang banyak (team)
5)
Berlaku sangat cermat dan kritis. Penelitian tidak boleh gegabah, tergesa-gesa atau serampangan agar apa yang dicatat dalam observasi adalah benar-benar data yag dibutuhkan.
6)
Mencatat tiap gejala secara terpisah ini dimaksudkan supaya gejala yang dicatat tidak dipengaruhi oleh situasi pencatatan, karena keadaan atau kondisi waktu mencatat dapat berpengaruh kepada observer
Kalau terjadi pengaruh itu maka terjadilah apa yang disebut Carry Over Offect.
7)
Mengetahui seluk beluk alat-alat pencatatan dan cara pnggunaannya sebelum observasi dilakukan.
3). Jenis
Observasi
Di dalam penelitian jenis teknik observasi yang lazim digunakan untuk alat pengumpulan data adalah:
1.
Observasi Partisipan
:
observasi yang sering digunakan dalam penelitian eksploratif. Yang diamaksud dengan observasi partisipan aialah apabila observer (orang yang melakukan observasi) turut ambil bagian berada dalam keadaan objek yang diobservasi. Apabila observasi partisipan tetapi jika unsure partisipan sama sekali ada pada observer dalam kegiatannya maka disebut observasi nonpaertisipan.
2.
Observasi sistematik:
ciri pokok observasi sistematik adalah adanya kerangka yang memuat factor-faktor yang telah diatur kategorinya, karenanya sering disebut observasi berkerangka/observasi terstruktur. Adaoun sistemati pencatatan itu adalah meliputi:
a)
Materi
b)
Cara-cara mencatat
c)
Hubungan observasi dengan observer
3.
Observasi eksperimental
Observasi eksperimental adalah observasi yang dilakukandi mana ada observer mengadakan pengendalian unsure-unsur penting dalam situasi sedemikian rupa sehingga siuasi itu dapat diatur sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat dikendalikan untuk menghindari atau mengurangi timbulnya factor-faktor yang secara tak diharapkan mempengaruhi situasi itu.
Ciri-ciri observasi eksperimental:
a)
Observer dihadapkan pada situasi perangsang yang dibuat seragam mungkin untuk semua observer.
b)
Situasi dibuat sedemikian rupa untuk memungkinkan variasi timbulnya tingkah laku yang akan diamati.
c)
Situasi dibuat sedemikian rupa sehingga observer mengetahui maksud observasi yang sederhana.
d)
Observer atau alat pencatat membuat catatan secara teliti mengenai cara-cara observer mengadakan aksi reaksi, bukan hanya jumlah aksi-aksi semata-mata.
e)
Alat-alat observasi Pada dasarnya macam alat observasi adalah sebagai berikut:
1). Tape recorder
2). Kamera digital
3). Catatan berkala / pulpen dan buku
4). Check lists
5). Rating scale
Kekurangan dan kelebihan observasi;
a.
Kekurangannya:
(1)
Memakan waktu yang lama
(2)
Tergantung kepiawaian pengamat. Kalau pengamatnya kurang kualified
dapat menimbulkan bias dan data bisa terdistorsi.
(3)
Bila observee tahu bahwa dia sedang diteliti, maka mereka akan menunjukkan sikap, atau sengaja menimbulkan kesan yang lebih baik ataupun lebih jelek terhadap observer
.
(4)
Setiap kejadian tidak selalu diramalkan sebelumnya, sehingga menyulitkan observer. Demikian pula untuk menunggu timbulnya reaksi yang dibuat seringkali tidak dapat secara spontan, bahkan kadang-kadang harus menunggu waktu yang panjang sekali sehingga membosankan.
(5)
Seringkali tugas observer terganggu, karena adanya peristiwa-peristiwa yang tidak diduga-duga terl
e
bih dahulu .
(6)
di dalam mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan karena kejadian-kejadian itu adakalanya berlangsung bertahun-tahun, tetapi adakalanya sangat pendek waktu berlangsungnya kejadian itu , bahkan ada pula yang terjadi serempak di bebarapa tempat
b. Kelebihannya:
(1)
Observasi merupakan alat yang langsung untuk meneliti bermaam-macam
gejala. Banyak aspe-aspek tingkah laku manusia yang hanya dapat diamati melalui observeasi langsung
.
(2)
Bagi seseorang yang selalu sibuk, lebih tidak berkeberatan untuk diamaa-amati, daripada mengisi jawaban-jwaban dalam kuisioner .
(3)
Dapat mencatat secar
a
serempak dengan terjadinya sesuatu gejala.
BAB III
LAPORAN PENELITIAN
A.
Pra Observasi
1.
Persiapan dengan anggota kelompok
Persiapan kami sebelum melakukan pra observasi terlebih dahulu kami berkumpul dikantin Maliki yang berada disepakat 2 blok I yang tidak jauh dari kampus S1. Kami rapat dengan membahas tentang lokasi yang dimana nanti kami teliti, berhubung kelompok kami beragama islam satu orang dan non-islam dua orang. Setelah membahas dengan panjang kami memutuskan bahwa yang beragama islam meneliti di gereja dan non-islam meneliti di masjid. Setelah itu kami bergegas pergi ke bagian kemahsiswaan di kampus S1 dengan bertemu bapak Audy guna meminta surat minta data untuk meneliti kelapangan juga sebagai bukti resmi bahwa kami meneliti dari instansi resmi apabila hal itu dipertanyakan.
2.
Penijauan lokasi sebelum hari H
Seorang peneliti apabila ingin meneliti biasanya terlebih dahulu survey atau peninjauan ke lokasi yang hendak teliti , begitu juga saya harus melakukan survey telebih dahulu ke lokasi.
Bedasarkan keputusan rapat bahwa yang beragama islam meneliti ke gereja. Karena saya beragama islam maka harus melaksanakan keputusan itu, saya memilih gereja Kristen protestan sebagai lokasi penelitian yang bernama Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) yang beralamat di jl. Letkol sugiono No.15 di samping GOR pangsuma Pontianak.
gambar
. 1 : tampak dari depan GKII
(lokasi observasi)
3.
Persiapan sesudah observasi
Setelah melakukan survey ke lokasi kami langsung pulang kerumah masing-masing, namun sebelum kami pulang kerumah saya buat janji dengan teman saya yang non-muslim. Janji ketemuan dimana pas hari H untuk meneliti, ternyata kita ketemuan di pertigaan jalan raya yang tidak jauh dari lokasi penelitian.
B.
Hari Observasi
1.
Proses menuju lokasi
Hari observasi pun tiba, peneliti yang beralamat di jl.trans Kalimantan km 12. Peneliti untuk menuju ke lokasi penelitian melewati jl. Trans Kalimantan, jl. Jenderal Ali Anyang, dan melewati tol Kapuas II yang berada di sungai raya. Setelah itu lewat didepan Kodam Tanjungpura terus melewat jl. Alteri Supadio dan jl. A. Yani Pontianak. Ketika sampai di jl. A . Yani saya belok kiri sebelum GOR pangsuma tepatnya di jl. Letkol Sugiono dan berhenti di persimpangan jalan dekat lokasi sambil menunggu teman kelompok untuk ke lokasi. Ternyata teman saya lama sekali datangnya, sehingga saya menelponnya berkali-kali sampai di buatnya jenuh.
Kediaman peneliti
Tempat lokasi penelitian
gambar
:
2
Denah lokasi penelitian
2.
Lama waktu untuk mencapai lokasi
Jam 08;00 pagi saya berangkat dari rumah menuju lokasi sampai di persimpangan jalan tempat kami ketemuan jam 08;30. Dari jam 08;30 saya menunggu teman hingga jam 08;50 dia baru datang. Kami bicara sebentar sekitar 2 menit, ketika jam 08;52 kami pergi ketempat lokasi penelitian, dan tiba di lokasi itu pada jam 08;55 kami memarkir kendaraan terlebih dahulu dan menyapa para jemaat gereja yang berdatangan. Sebelum kami masuk ke dalam lokasi (gereja) ada yang bertugas untuk menyambut para jemaat yang beribadah dan di bagikan selebaran yang berisi tentang kegiatan-kegian dan tugas-tugas para anggota gereja seperti contoh; penyambut jemaat setiap minggunya bergantian sesuai yang tercantum dalam selebaran yang di bagikan. Lamanya menuju lokasi penelitian (gereja) sekitar 55 menit.
C.
Observasi
1.
Lokasi observasi
Lokasi observasi (gereja) berada di tengah kota Pontianak yang penduduknya padat sekali.
2.
Ciri-ciri fisik lokasi observasi (besar gedung, halaman, lingkungan gedung dimana gedung berada, dll)
Adapun ciri-ciri fisik lokasi observasi adalah gedung yang berukuran L 10m dan P 18m , halamannya berukuran sekitar 20x20 m
2
, sekaligus sebagai lahan parkir mobil dan motor para jemaat gereja. Lokasi observasi atau penelitian berada di daerah perkotaan yang padat penduduk tepatnya dikota pontianak di jl. Letkol Sugiono No.15 disamping GOR pangsuma, didaerah ini terdapat multi etnis yang hidup rukun saling toleransinya sangat dijaga. Buktinya didaerah ini banyak tempat ibadah yaitu gereja protestan, katolik, dan masjid.
3.
Ciri-ciri fisik didalam gedung (tempat upacara berlangsung,tempat duduk jemaat, furniture didalam gedung, tata letak didalam gedung, dll).
Adapun ciri-ciri didalam gedung terdiri dari: upacara berlangsung didalam gedung. Kursi satu persatu sebagai tempat duduk jemaat. Gambar yesus, hiasan yang terbuat dari kertas mengkilat, kipas angin, lampu pernak pernik, dan alat musik sebagai furniture di dalam gedung. Kalau dari panggung kecil yang didepan terdapat podium sebagai tepat pastor berpidato dan tempat para petugas yang memimpin lagu-lagu pujian. Sebelah kanan tempat alat musik sebagai pengiring lagu-lagu pujian. Didepannya lagi tepat para jemaat yang duduk dengan kursi yang disusn dengan rapi, tempat duduk terdapat empat baris tiap baris terda-
Pat lima kursi yang tersusun rapi.
D.
Peserta upacara keagamaan
1.
Tingkah laku jemaah upacara keagamaan, baik yang jelas maupun yang halus ( cara berbicara,bahasa yang digunakan, bahasa tubuh, dll)
Para jemaah saling berkomunikasi dengan bahasa yang sopan bahasa nasional , mereka juga ada berkomunikasi dengan bahasa tubuh misalnya menggunakan tangan dan mata sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu.
Datang terlambat ,ini merupakan sifat manusia yang sulit dihilangkan .
2.
Ciri-ciri fisik jemaah (usia,jenis kelamin, pakaian, perhiasaan, etnis,dll).
Adapun ciri-ciri fisik jemaah:
1.
Usia :peserta upacara keagamaan dimulai dari usia anak-anak (5-7 tahun), usia muda terdiri dari 12-25 tahun, dan usia tua 30-50 tahun.
2.
Jenis kelamin dalam upacara keagamaan terdiri laki-laki dan perempuan.
3.
Pakaian para peserta upacara keagamaan bermacam-macam style (mode) misalnya , perempuan mengenakan pakaian yang model U CAN SEE, kaos tipis, kaos yang terbuka dan bermacam-macam style yang peneliti tidak bisa menyebut nya. Kalau laki-laki hanya memakai celana jeans, celana kain, kemeja pendek panjang dan baju kaos oblong. Kebanyakan peserta ujian memakai celana jeans, bagi yang bertugas memimpin lagu-lagu pujian, pemain alat musik mereka mengenakan pakaian rapi (celana kain, jas, dan dasi).
4.
Perhiasan : bagi laki-laki hanya menggunakan jam tangan dan kalung salib. Kalau perempuan menggunakan anting emas, kalung emas dan salib, jam tangan, dan cincin.
5.
Peserta upacara keagamaan hanya beretnis dayak dan china.
E.
Upacara Keagamaan
Gambar
3: suasana dalam peribadatan
1.
Gerakan-gerakan tertentu yang dilakukan pada saat peribadatan
Gerakan-gerakan yang dilakukan dalam ibadah adalah duduk, berdiri, berdoa’a, menyanyi, menundukkan kepala dan mendengarkan.
2.
Durasi waktu dimana gerakan-gerakan itu dilakukan
Upacara di mulai jam 09:00 dengan lagu kasih Allah (tolak ke tempat yang dalam) 04:30 menit, lagu pergi dan wartakan ayat 269 05;30 menit, pembacaan firman allah atau injil pasal 2 ayat 5- 11sekaligus tundukkan kepala 30;05 menit, pembacaan petugas –petugas ibadah untuk minggu depan 16;00 menit, do’a bersama 06;00 menit, nyanyi bersama lagu kasih allahku 05;00 menit.
Jam 10;59 upacara ibadah seleai . jumlah jemaat sebanyak 391 orang.
3.
Saat /waktu dimana gerakan-gerakan itu dilakukan
Saat upacara dimulai para jemaah duduk di kursi yang disediakan , ketika do’a para jemaah medundukkan kepala, ketika memuji tuhan dengan lagu-lagu para jemaah berdiri dan ada sebagian yang masih usianya muda sambil menggoyangkan badannya dengan goyangan kiri ke kenan, disamping itu juga ada membawa kantong merah,biru dan merah tua untuk memintah sedekah kepada jemaah yang hadir dan tidak ditentukan tarifnya atau seikhlasnya.
4.
Nyanyian /bacaan tertentu pada saat upacara keagamaan berlangsung
Pembacaan injil yang dibacakan pastor, lagu kemenangan iman, lagu-lagu KOOR (pujian-pujian pada allah, kasih tuhan Allah, pergi dan wartakan, syukur pada tuhan).
5.
Alat-alat tertentu yang mungkin digunakan pada saat upacara keagamaan.
Alat yang dipakai pada upacara keagamaan umat kristen protestan adalah berupa alat musik diantaranya: gitar, pianu, drum band, dan sounds system.
6.
Hal-hal yang dilakukan oleh pemimpin upacara kagamaan
Memberikan pidato di atas podium tentang isi kitab injil dan nasehat-nasehat yang baik, memimpin jalannya ibadah, mengangkat tangan ketika berdoa’a.
7.
Penampilan pemimpin upacara keagamaan (pakaian, cara berbicara, usia, jenis kelamin, dll).
Pemimpin upacara atau pastor menggunakan pakaian berupa jas,
celana, dasi
dan sepatu. Pemimpin
ibadah yang bernama Pdt. Edi Kusnadi, M.Th (master teologi) usia 35 tahun
berjenis kelamin laki-laki
.
Pemimpin
berbicara didepan (diatas podium/mimbar) selakyanya seperti orang berpidato yang menyampaikan firman-firman tuhan dan memberikan nasehat-nasehat kepada jemaat yang hadir dalam misa mingguan.
8.
Interaksi pemimpin upacara keagamaan dengan jemaah
Layaknya manusia pemimpinnya saling menyapa dan berkomunikasi dengan jemaah yang hadir serta member intruksi pada saat upacara ibadah agar ibadahnya teratur.
F.
Periode dimana upacara keagamaan dilakukan (sholat jumat,misa hari minggu, dll.
Saya maneliti upacara keagamaan umat kristen protesten yang di lakukan setiap hari minggu ( misa mingguan).
G.
Interaksi / komnikasi / respon peneliti dengan jemaah dan lokasi tempat penelitian.
Karena peneliti terlibat langsung dalam upacara ibadah , maka peneliti saling menyapa, bersalaman , dan berkenalan dengan jemaah yang usianya sederajat. Selain itu peneliti juga antusias dalam mengikuti tata cara ibadah.
BAB IV
KESIMPULAN
Agama merupakan suatu barang yang abstrak dan tidak berwujud tetapi, wajib dipercaya dan dianutnya. Agama merupakan tuntunan dan pedoman hidup manusia agar untuk menjalani hidupnya agar tidak tersesat.
Agama diturunkan oleh tuhan kepada umatnya. Di bumi ini terdapat banyak agama yang berbeda-beda tetapi untuk menjaga keselelarasan dan perdamaian dibumi maka dibutuhkan adanya toleransi antar umat beragama.
DARTAR PUSTAKA
Bungin, M. Burhan. 2007.
Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Satori, Djam’an dan Aan Komariah .2011.
metodologi penelitian kualitatif.
Bandung. Alfabeta.
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2167228-metode-observasi/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar