Rabu, 29 Oktober 2014

Keluhan Masyarakat Kecil

Pontianak,  Pemerintahan baru Joko Widodo-Jusuf Kalla akan segera dihadapkan pada ujian pertama: kenaikan harga BBM. Bagaimana masyarakat menghadapi isu seputar kenaikan BBM kali ini?
“Kalau mau naik ya monggo. Asalkan ada subsidi khusus untuk masyarakat kecil. Selain itu, kalau memang naik jangan sampai stoknya sampai habis seperti beberapa waktu yang lalu,” tutur Helko, seorang mahasiswa dari Pontianak.
Menurutnya, kenaikan BBM memang perlu jika anggaran untuk subsidi BBM yang ada sekarang sudah hampir habis. Namun, jika memang stok berlimpah dan anggaran mencukupi, lebih baik tidak usah dinaikkan.
Mahasiswa lain, Novi beranggapan BBM sebaiknya tidak dinaikkan. Menurutnya, dengan harga yang sekarang saja masyarakat sudah kesulitan. Masih banyak yang belum siap menghadapi kenaikan BBM, katanya. Jika memang dinaikkan, Novi berharap kenaikannya tidak lebih dari Rp 1.000.
Warga lain, Eka, berpendapat rencana pemerintah yang akan menaikkan BBM hingga Rp 3.000 akan sangat memberatkan. “Kalau naiknya sampai Rp 3.000 itu terlalu berat. Bertahap saja lah, jangan langsung. Kita masyarakat kecil yang susah,” ujar Eka yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini.
Eka mengakui kenaikan harga BBM memang tidak bisa dihindari. Asalkan hal itu diikuti kompensasi yang baik dari pemerintah. Sebagai pegawai swasta, kenaikan BBM yang diikuti dengan kenaikan harga barang jelas akan memberatkan Eka. “Kalau memang naik, kami minta UMK juga dinaikkan lah,” tuturnya.
Lain lagi pendapat Suprapto, seorang wiraswasta. Dia khawatir kenaikan harga BBM tidak hanya membuat harga-harga ikut naik. Kejahatan bisa-bisa ikut naik juga. “Kalau masyarakat menghadapi kenaikan BBM, pasti harga ikut naik. Sementara perut terus minta diisi, padahal pendapatan makin kecil. Kalau gini, angka kejahatan pasti ikut naik,” ucapnya dengan serius.
Suprapto juga menuturkan, dampak isu kenaikan BBM sudah mulai terasa di mana-mana. Harga belum resmi naik saja sudah ada pedagang yang siap-siap menaikkan harga atau menimbun barang. “Ya kalau memang mau naik, naik Rp 1.000-Rp 1.500 masih wajar lah. Jangan sampai kabar yang naik sampai Rp 3.000 itu benar. Susah kita,” keluhnya.

Editor: Marsum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar