a. Masyarakat Tradisional
Ilmu
pengetahuan pada masyarakat ini masih belum banyak dikuasai. Karena
itu, masyarakat semacam ini masih dikuasai oleh kepercayaan-kepercayaan
tentang kekuatan di luar kekuasaan manusia. Manusia dengan demkian
tunduk kepada alam, belum bisa menguasai alam. Akibatnya, produksi masih
sangat terbatas. Masyarakatini cenderung bersifat statis, dalam arti
kemajuan berjalan dengan sangat lambat. Produksi dipakai untuk konsumsi.
Tidak ada investasi. Pola dan tingkat kehidupan generasi kedua pada
umumnya hamper sama dengan kehidupan generasi sebelumnya.
b. Prakondisi untuk Lepas Landas
Masyarakat
tradisional, meskipun sangat lambat, terus bergerak. Pada suatu
titik,dia mencapai posisi prakondisi untuk lepas landas. Biasanya,
keadaan ini terjadi karrena adanya campur tangan dari luar, dari
masyarakat yang sudah lebih maju. Perubahan ini tidak dating karena
factor-faktor internal masyarakat tersebut, karena pada dasarnya
masyarakat tradisional tidak mampu untuk mengubah dirinya sendiri.
Campur tangan dari luar ini menggoncangkan masyarakat tradisional itu.
Di dalamnya mulai berkembang ide pembaharuan.
Ide-ide
yang berkembang ini bukan sekedar pendapat yang menyatakan bahwa
kemjuan ekonomi dapat dicapai, tetapi bahwa kemajuan ekonomi merupakan
suatu kondisi yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan lain yang
dianggap baik: kebesaran bangsa, keuntungan pribadi, kemakmuran umum,
atau kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak mereka nantinya.1
Misalnya,
seperti yang terjadi di jepang, dengan dibukanya masyarakat ini oleh
armada angkatan laut Amerika Serikat.Pada periode ini, usaha untuk
meningkatkan tabungan masyarakat terjadi. Tabungan ini kemudian dipakai
untuk melakukan investasi pada sector-sektor produktif yang
menguntungkan, termasuk misalnya pendidikan. Investasi ini dilakukan
baik oleh perorangan maupun oleh negara. Sebuah negara nasional yang
sentalistis juga terbentuk. Pendeknya, segala usaha untuk meningkatkan
produksi mulai bergerak dalam periode ini.2
c. Lepas Landas
Periode
ini ditandai denga tersingkirnya hambatan-hambatan yang mengalami
proses pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan merupakan sesuatu yang berjalan
wajar, tanpa adanya hambatan yang berarti seperti ketika pada periode
prakondisi untuk lepas landas. Pada periode ini, tabungan dan investasi
yang efektif meningkat dari 5% menjadi 10% dari pendapatan nasional atau
lebih. Juga, industry-industri baru mulai berkembang dengan sangat
pesat. Keuntungannya sebagian besar ditanamkan kembali ke pabrik yang
baru. Sector modern dari perekonomian dengan dmikian jadi berkembang.
Dalam
pertanian, teknik-teknik baru juga tumbuh. Pertanian menjadi usaha
komersial ntuk mencari keuntungan dan bukan sekedar untuk konsumsi.
Peningkatan dalam produktivitas pertanian merupakan sesuatu yang penting
dalam proses lepas landas, karena proses modernisasi masyarakat
membutuhkan hasil pertanian yang banyak, supaya ongkos perubahanini
tidak terlalu mahal.
d. Bergerak ke Kedewasan
Setelah
lepas landas,akan terjadi proses kemajuan yang terus bergerak ke depan,
meskipun kadang-kadang terjadi pasang surut antara 10% sampai 20% dari
pendapatan nasional selalu diinvestasikan kebali, supaya bisa mengatasi
persoalan pertambahan penduduk.
Industry
berkembang dengan pesat. Negara ini memantapkan posisinya dalam
perekonomian global: barang-barang yang tadinya diimpor sekarang
diproduksikan di dalam negeri; impor baru menjadi kebutuhan,
sementaraekspor barang-barang baru mengimbangi impor.
Sesudah
60 tahun sejak sebuah negara lepas landas ( atau 40 tahun setelah
periode lepas landas berakhir),tingkat kedewasaan biasanya tercapai.
Perkembangan industry terjadi tidak saja meliputi teknik-teknik
produksi, tetapi juga dalam aneka barangyang diproduksi. Yang
diproduksikan bukan saja terbatas pada barang konsumsi, tetapi juga
barang modal.
e. Jaman Konsumsi Masal yang Tinggi
Karena
kenaikan pendapatan masyarakat, konsumsi tidak lagi terbatas pada
kebutuhan pokok untuk hidup, tetapi meningkat ke kebutuhan yang lebih
tinggi. Produksi indusstri juga berubah, dari kebutuhan dasar menjadi
kebutuhan barang konsumsi yang tahan lama.
Pada
periode ini, investasi untuk meningkatkan produksi tidak lagi menjadi
tujuan yang paling utama. Sesudah taraf kedewasaan dicapai, surplus
ekonomi akibat proses polittik yang terjadi dialokasikan untk
kesejahteraan social dan penambahan dana social. Pada titik ini,
pembangunan sudah merupakan sebuah proses yang berkesinambungan, yang
bisa menopang kemajuan secara terus menerus.seperti halnya teori-teori
modernisasilainnya, didasarkan pada dikotomi masyarakat tradisional dan
masyarakat modern. Titik terpenting dalam gerak kemajuan dari masyarakat
yang satu ke yang lainya adalah periode lepas landas.
Rostow
juga berbicara tentang keperluan akan adanya sekelompok wiraswastawan,
yakni orang-orang yang berani melakukan tindakan pembaruan, meskipun
tindakan tersebut ada resikonya. Dia kemudian berbicara te.ntang
kondisi-kondisi social yang melahirkan para wiraswatawan ini. Rostow.3 menyebutkan dua kondisi social :
1.
adanya elite baru dalam masyarakat yang merasa diingkari haknya oleh
masyarakat tradisional dimana dia hidup, untuk mendapatkan prestise
dan mencapai kekuasaan melalui caara konvensional yang ada,
2.
masyarakat tradisional yang ada cukup fleksibel (atau lemah) untuk
memperbolehkan warganya untuk mencari kekayaan (atau kekuasaan politik)
sebagai jalan untul menaikan statusnya dalam masyarakat (biasanya hak
ini dicapai melalui kepatuhan dan kesetiaan terhadap yang berkuasa.
Kelompok
elite baru inilah yang akan menjadi tenaga pendorong untuk melakukan
pembaruan. Elite baru ini merupakan kelompok orang yang frustasi (dalam
arti positif) Karena tatanan social dan politik yang ada tidak member
kemungknan untuk mengembangkan diri. Ini misalnya terjadi pada kelompok
pedagang (cikal bakal dari kaum burjuasi di jaman modern) di jaman
feudal, atau orang-orang Yahudi di Eropa, atau orang-orang cina di Asia
Tenggara. Karena tidak bisa memajukan diri di ajalur sosila-politik,
mereka bergerak di bidang ekonomi dan kemudian mendapatkan tempat
terhormat, karena keberhasilannya mengumpulkan kekayaan.
Dalam
membahas masalah lepas landas pun, Rostow berbicara tentang aspek-aspek
nonekonomi ini. Baginya, lepas landasharus memenuhi semua dari ketiga
kondisi.4 yang saling berkaitan yakni:
1. Meningkatnya investasi di sector produktif dari ( katakanlah) 5% (atau kurang) atau lebih) dari pendapatan nasional.
2. Tumbuhnya satu atau lebih sector industry manufaktur yang penting, dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi.
3. Adanya
atau munculnya secara cepat lembaga-lembaga politik dan social yang
bisa memanfaatkan berbagai dorongan gerak ekspansi dari sector ekonomi
modern dan akibat yang mungkin terjadi dengan adanya kekuatan-kekuatan
ekonomi dari luar sebaggai hasil dari lepas landas; disamping itu
lembaga-lembaga ini kemudian bisa membuat pertumbuhan menjadi sebuah
proses yang berkesinambungan.
Kondisi
ketiga merupakan kondisi non-ekonomi yang penting. Tetepai, Rostow
memang masih mengutamakan peran ekonomi dari lembaga-lembaga tersebut.
Katanya :5
Kondisi
ketiga menunjuk kepada kesanggupan yang cukup (dari lembaga-lembaga
itu) untuk mengumpulkan modal dari sumber-sumber dalam negeri…
prakondisi untuk lepas landas memerlukan ksanggupan awal untuk
menggeakan tabungan dalam negeri secara produktif, dan juga menciptakan
sebuah struktur yang memungkinkan tingkat tabungan yang cukup tinggi.
Yang
dimaksud oleh Rostow misalnya adalah negara yang melindungi kepentingan
para wiraswastawan untuk melakukan akumulai modal. Atau memberikan
iklim politik yang menguntungkan bagi para industriawan, atau orang
asing untuk menanamkan modalnya. Memang, fungsi dari lembaga-lembaga
non-ekonomi ini adalah untuk menunjang pertumbuhan ekonomi. Tetapi,
sebagai seorang ahli ekonomi, dengan menyebutkan lembaga-lembaga
non-ekonomi ini Rostow telah membuat langkah yang sangat berarti.
Dari
uraian diatas kita juga melihat bahwa pada dasarnya Rostow masih
melihat masalahpembangunan sebagai masalah yang sepertidiuraikan oleh
model Harrod-Domar : tingkatkan tabungan dan investasi produktif stinggi
mungkin. Lembaga-lembaga non-ekonomi seperti lembaga-lembaga politik
dan social juga harus digerakan untuk mencapai tujua ini. Kalo ini bisa
dilakukan, tahap lepas landas, dan kemudian tahap konsumsi masal yang
tinggi, akan segera dicapai. Etapi, lankah pertama dari selruh proses
yang panjang ini dimulai dengan menghilangkan hambatan pada masyarakat
tradisonal, supaya masyarakat tersebut dapat memerdekakandiri dari
nilai-nilai tradisinya, danmulai bergerak maju. Ini jelas factor
non-ekonomi.
Sumber :
Budiman, Arief. 2000, Teori Pembangunan Dunia Ketiga, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar